
Program Perisai Mangrove resmi dimulai pada 9 Januari 2026 melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Karsa Institute. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una, Karsa Institute, CARE Indonesia, dan Ford Foundation sebagai upaya bersama merespons krisis iklim sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir Teluk Tomini.

Kehadiran langsung Bupati Tojo Una Una, Ilham Lawidu, SH, dalam agenda pembukaan dan simbolisasi penandatanganan nota kesepahaman menjadi penegasan kuat atas dukungan pemerintah daerah terhadap kerja-kerja pemulihan ekosistem mangrove. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran Karsa Institute yang selama bertahun-tahun konsisten mendampingi masyarakat Tojo Una Una serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh demi keberlanjutan program ini.

Ketua Karsa Institute, Rahmat Saleh, S.Hut., M.PWP, menyampaikan bahwa Perisai Mangrove—Jaringan Perempuan Pelindung Mangrove—dirancang sebagai platform penguatan kepemimpinan perempuan dalam pemulihan ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan praktik CARE Indonesia di berbagai wilayah Indonesia yang menempatkan perempuan sebagai aktor kunci dalam konservasi lingkungan, adaptasi perubahan iklim, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Program ini akan dilaksanakan di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, dengan melibatkan 60 perempuan yang akan mendapatkan pelatihan keuangan, kewirausahaan, serta literasi hak atas sumber daya alam. Melalui pembentukan Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP), Perisai Mangrove mendorong konservasi yang berkeadilan sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis mangrove.

Lebih dari sekadar program lingkungan, Perisai Mangrove adalah gerakan sosial untuk mendorong keadilan iklim dari tingkat komunitas. Dengan dukungan Ford Foundation, program ini menghubungkan kerja-kerja lokal masyarakat pesisir dengan agenda global pemulihan ekosistem, menegaskan bahwa lingkungan yang sehat dan perempuan yang berdaya merupakan fondasi utama bagi masa depan pesisir yang tangguh.*Iwan Hamid