Ketangguhan Sigi Dimulai dari Kolaborasi

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Sabtu, 24 Januari 2026

Ketangguhan Sigi Dimulai dari Kolaborasi


Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada akhir 2025 menjadi pengingat keras bahwa kerusakan lingkungan dan pengabaian risiko memiliki harga kemanusiaan yang sangat mahal. Dalam konteks inilah Rapat Koordinasi Kebencanaan Kabupaten Sigi digelar di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Sigi, 22 Januari 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Karsa Institute melalui Program WE Nexus ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi lintas pihak untuk memperkuat ketangguhan daerah menghadapi risiko bencana yang kian kompleks.
Membuka kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Drs. Nuim Hayat, MM, menegaskan bahwa Kabupaten Sigi merupakan wilayah dengan risiko bencana tinggi, baik karena kondisi geografis maupun masih terbatasnya kapasitas daerah. Karena itu, penyelenggaraan penanggulangan bencana menuntut pendekatan yang terpadu, terkoordinasi, dan berkelanjutan, sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan daerah dan regulasi nasional. Koordinasi lintas sektor dipandang sebagai kunci agar perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat berjalan efektif.

Ketua Karsa Institute, Rahmat Saleh, S.Hut, M.PWP, menempatkan rapat koordinasi ini sebagai bagian dari upaya membangun komitmen bersama melalui pendekatan WE Nexus, yang mengaitkan isu kebencanaan dengan kemanusiaan, perdamaian, lingkungan, dan penghidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa bencana tidak berdiri sendiri, melainkan berkelindan dengan tata kelola sumber daya alam, kebijakan pembangunan, serta ketimpangan kapasitas antarwilayah. Karena itu, kolaborasi multipihak menjadi prasyarat utama dalam membangun ketangguhan Sigi.

Dalam sesi materi, Kepala Pelaksana BPBD, Kabupaten Sigi, Henri Kusuma Rombe, memaparkan isu strategis, capaian, dan tantangan penyelenggaraan penanggulangan bencana. Data kejadian bencana serta nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang masih berada pada kategori sedang menunjukkan perlunya penguatan kapasitas secara menyeluruh. 
Sementara itu, M. Jauhari, Kepala Bagian BAPPERIDA Kabupaten Sigi, menekankan pentingnya integrasi dokumen kebencanaan—seperti Rencana Penanggulangan Bencana, Kajian Risiko Bencana, dan Rencana Kontinjensi—ke dalam sistem perencanaan pembangunan agar pembangunan tidak menciptakan kerentanan baru.
Dipandu oleh Syaiful Taslim, Ketua Forum PRB Kabupaten Sigi, rapat ini menjadi ruang diskusi tematik yang mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, media, dan lembaga kemanusiaan. Forum ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama, rekomendasi strategis, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Dari sinilah pesan utama mengemuka: ketangguhan Sigi hanya dapat dibangun melalui kolaborasi, ketika kebijakan, perencanaan, dan aksi dijalankan secara searah demi masa depan masyarakat yang lebih aman dan berkelanjutan.*Karins

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage
Karsa Institute (KARSA Inisiatif Timur Indonesia) | |