Maret 2024

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Rabu, 20 Maret 2024

Pentingnya Menjaga Kelestarian Ekosistem Terumbu Karang

 

    Karsa Institute melalui dukungan Burung Indonesia dan Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) pada Program Kemitraan Wallacea fase 2 menetapkan tema besar program yakni “Optimalisasi Pengelolaan Perikanan Demersal Skala Kecil Secara Kolaboratif di Desa Kabalutan dan Desa Pulau Enam untuk Mendukung Keberlanjutan Sumberdaya Alam dan Penghidupan Nelayan”. Salah satu kegiatan pada fase 2 ini adalah tindak lanjut dari fase1, yakni melakukan serangkaian upaya rehabilitasi terumbu karang yang efisien serta terjangkau dari segi biaya dan tenaga. Metode yang digunakan dalam upaya rehabilitasi terumbu karang, yakni metode Bioreeftek yang ditemukan dan dikembangkan oleh Balai Riset Observasi Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemilihan metode ini didasarkan pada teknik yang aplikatif serta efisien dalam pembiayaan, pengerjaan hingga pelepasan unit. Bioreeftek sendiri adalah teknologi terumbu buatan yang memanfaatkan bahan alami tempurung kelapa sebagai media penempelan larva hewan karang. Ketika larva hewan karang sudah menempel di permukaan tempurung kelapa, maka dapat dipindahkan dilokasi yang tutupan karangnya rendah untuk kemudian dilakukan rehabilitasi.
    Pada Selasa 5 Maret 2024, Karsa Institute bersama dengan Pemerintah Desa Kabalutan, Pemerintah Desa Pulau Enam Pelajar SMPN 2 Talatako, Kelompok Nelayan Padakauang, Kelompok Pemuda, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Perempuan, Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una serta Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) melakukan pelepasan Bioreeftek sejumlah 100 unit di Pulau Kabalutan dan 50 Unit di Pulau Enam. Sejak fase 1 kegiatan ini pada tahun 2022, Karsa Institute sudah melibatkan masayarakat bukan hanya sebagai objek proyek, tetapi juga menempatkan mereka sebagai pengambil keputusan dalam setiap program yang akan dikerjakan. Terlibatnya unsur-unsur tersebut secara aktif dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya menjaga serta merehabilitasi ekosistem terumbu karang dalam menunjang aktifitas penghidupan mereka sehari-hari.
    Kegiatan ini diawali dengan pemaparan singkat kepada pelajar SMPN 2 Talatako oleh Iwan Hamid, selaku fasilitator lapangan Karsa Institute terkait pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang dalam perannya bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir khususnya nelayan tradisional yang sangat menggantungkan pada ketersediaan sumberdaya perairan.
    Kegiatan rehabilitasi terumbu karang dengan Bioreeftek di Pulau Kabalutan dan Pulau Enam dilakukan untuk mendukung wisata bahari yang menjadi sektor pariwisata andalan di Kepulauan Togean. Sebagaimana kita ketahui bersama, Kepulauan Togean memiliki pulau-pulau yang berpotensi menjadi objek pariwisata, akan tetapi kesemuanya belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemerataan destinasi wisata di pulau-pulau lainnya yang mendukung nilai-nilai konservasi dapat terwujud.(Iwan Hamid). Vidio Terkait ada di kanal YouTube Iwan Hamid

 

Senin, 11 Maret 2024

Karsa Institute Gelar RKT Di Kawasan Ekowisata Danau Tambing

Karsa Institute kembali menggelar Rapat Kerja Tahunan (RKT) yang kali ini diselenggarakan di Kawasan Ekowisata Danau Tambing pada Rabu s.d Jumat (28/2-1/3/2024).
Hadiyanto, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan RKT yang mengusung tema: Restrukturisasi dan Konsolisdasi Asset Organisasi Bertransformasi Menjadi yang Terbesar itu dilaksanakan berbarengan dengan perayaan ulang tahun ke-20 Karsa Institute yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2024.
“Rapat Kerja Tahunan yang dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun ke-20 Karsa Institute dilaksanakan sebagai mandat Konstitusi lembaga yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) untuk mendengar pertanggunggjawaban Dewan Pengurus dalam pengelolaan lembaga sepanjang tahun 2023,” kata Hadiyanto dalam sambutannya.

Masih menurut Hadiyanto, Karsa Institute melaksanakan RKT sambil melakukan perkemahan di Danau Tambing yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang asri dan sejuk sembari healing dan refreshing dari rutinitas kerja sehari-hari, untuk menghasilkan keputusan-keputusan jitu sekaligus menelorkan program kerja organisasi yang berkualitas dan berbobot untuk menjawab tantangan-tantangan kerja yang makin kompleks dengan tuntutan profesionalitas yang tinggi untuk memenuhi harapan masyarakat dan Mitra Kerja, seiring pula dengan dinamika dan perkembangan organisasi.
Rapat Kerja Tahunan yang mengambil tempat di ruang rapat Pusat Informasi Pengelola Kawasan Ekowisata Danau Tambing itu dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Anggota (Pendiri) Karsa Institute, Ambar Subekti didampingi Maskun Acun sebagai anggota.
Dalam sambutan dan laporan pertanggungjawabannya sebagai Ketua Dewan Pengurus Karsa Institute, Rahmat Saleh memaparkan catatan kinerja, prestasi dan capaian organisasi melalui pelaksanaan program-program kerja tahun 2023.
“Alhamdulilah secara keseluruhan program-program kerja tahun 2023 dapat terlaksana dengan baik berkat kesungguhan dan komitmen kuat serta kekompakan para pegiat Karsa Institute dalam melakukan kerja-kerja sosial dan pendampingan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,”kata Rahmat Saleh.

Namun, sebagai Direktur Eksekutif, Rahmat Saleh yang akrab dengan sapaan Mas Oyong itu juga menyampaikan catatan-catatan kritis dan mengingatkan para pegiat Karsa agar tidak berpuas diri dengan capaian-capaian yang ada karena ke depan tantangan-tantangan yang dihadapi lembaga ini akan makin besar seiring dengan makin tingginya harapan masyarakat dan mitra kerja terhadap Karsa Institute.

“Mari kita terus memperbaiki capaian kerja, meningkatkan kapasitas baik secara kelembagaan maupun secara pribadi, melakukan konsolidasi terhadap segenap asset dan sumberdaya yang dimiliki untuk bertransformasi menjadi yang terbesar dan terbaik di Sulawesi Tengah bahkan di kawasan Timur Indonesia. Ingat nama lembaga kita Karsa Institute, Inisiatif dari Timur Indonesia,” tandas Rahmat, dengan penuh semangat.
Rahmat menegaskan pada tahun 2024 ada beberapa program kerjasama internasional yang dipercayakan kepada Karsa Institute sebagai pelaksana. “Insyaallah pada tahun 2024 Karsa Institute akan melaksanakan program-program kerjasama kemitraan Internasional dalam bidang Agroforestry dan Adaptasi Perubahan Iklim,” urai Rahmat. “Ini semua adalah rahmat dan berkat bagi lembaga yang harus disyukuri dan memacu serta memicu kita semua untuk lebih giat bekerja melakukan perubahan-perubahan sosial masyarakat melalui portofolio lembaga untuk mendorong terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, terselenggaranya Reforma Agraria dan Program Perhutanan Sosial yang berkeadilan, program pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan, program pendampingan, kerja-kerja sosial kemanusiaan serta mitigasi dan penanggulangan bencana,” tandas Rahmat.
Rapat Kerja Karsa Isntiute di Kawasan Ekowisata Danau Tambing itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari Dewan Pengurus, Dewan Anggota (Pendiri), Pegiat Karsa beserta keluarga masing-masing. (YP).

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage
Karsa Institute (KARSA Inisiatif Timur Indonesia) | |